Blog

Belajar PHP: 7 Hal yang Harus Kamu Ketahui Tentang Array di PHP

images
Developer Connect Technolgy

Belajar PHP: 7 Hal yang Harus Kamu Ketahui Tentang Array di PHP

Sudah pernah mendengar istilah array?

Kalau belum, coba bayangkan sekarang kita sedang membuat aplikasi web, lalu ingin menampilkan daftar nama-nama produk.

Bisa saja kita buat seperti ini:

<?php

$produk1 = “Modem”;

$produk2 = “Hardisk”;

$produk3 = “Flashdisk”;

echo “$produk1<br>”;

echo “$produk2<br>”;

echo “$produk3<br>”;

Apakah boleh seperti ini?

Boleh-boleh saja. Namun, kurang efektif.

Bagaimana kalau ada 100 produk, apakah kita akan membut variabel sebanyak 100 dan melakukan echo sebanyak 100x?

Melelahkan, bukan? Karena itu, kita harus menggunakan Array.

Pada kesempatan ini, kita akan membahas:

  1. Apa itu Array?
  2. Cara membuat Array di PHP dan Mengisinya
  3. Cara menampilkan nilai Array
  4. Cara Menghapus isi Array
  5. Cara Menambah isi Array
  6. Array Assosiatif
  7. Array Multidimensi

Mari kita mulai!

1. Apa itu Array?

Array adalah salah satu struktur data yang berisi sekumpulan data dan memiliki indeks. Indeks digunakan untuk mengakses nilai array. Indeks array selalu dimulai dari nol (0).

Contoh:

Array

Jadi, apabila kita ingin menampilkan “Hardisk 2TB”, maka kita harus mengampil indeks yang ke-0.

Untuk leblih jelasnya, mari kita coba!

2. Membuat Array di PHP

Array di PHP dapat kita buat dengan fungsi array() dan tanda kurung kotak [].

Contoh:

<?php

// membuat array kosong

$buah = array();

$hobi = [];

// membuat array sekaligus mengisinya

$minuman = array(“Kopi”, “Teh”, “Jus Jeruk”);

$makanan = [“Nasi Goreng”, “Soto”, “Bubur”];

// membuat array dengan mengisi indeks tertentu

$anggota[1] = “Dian”;

$anggota[2] = “Muhar”;

$anggota[0] = “Petani Kode”;

Cukup mudah bukan.

Oya, array dapat kita isi dengan tipe data apa saja. Bahkan dicampur juga boleh.

Contoh:

<?php

$item = [“Bunga”, 123, 39.12, true];

3. Menampilkan isi Array

Untuk menampilkan isi array, kita bisa mengaksesnya melalui indeks.

Contoh:

<?php

// membuat array

$barang = [“Buku Tulis”, “Penghapus”, “Spidol”];

// menampilkan isi array

echo $barang[0].”<br>”;

echo $barang[1].”<br>”;

echo $barang[2].”<br>”;

Hasilnya:

Menampilkan Array

Tapi cara ini kurang efektif, karena kita mencetak satu per satu. Kalau datanya ada 1000, berarti harus mengetik peritnah echo sebanyak 1000.

Lalu bagaimana? Nah, biasanya kita menggunakan perulangan.

Contoh:

<?php

// membuat array

$barang = [“Buku Tulis”, “Penghapus”, “Spidol”];

// menampilkan isi array dengan perulangan for

for($i=0; $i < count($barang); $i++){

    echo $barang[$i].”<br>”;

}

Kita bisa menggunakan fungsi count() untuk menghitung banyaknya isi array. Pada contoh di atas isi array sebanyak 3, maka perulangan akan dilakukan sebanyak 3x.

Hasilnya:

Menampilkan Array

Selain menggunakan perulangan for, kita juga bisa menggunakan perulangan while dan foreach.

Contoh:

<?php

// membuat array

$barang = [“Buku Tulis”, “Penghapus”, “Spidol”];

// menampilkan isi array dengan perulangan foreach

foreach($barang as $isi){

    echo $isi.”<br>”;

}

echo “<hr>”;

// menampilkan isi array dengan perulangan while

$i = 0;

while($i < count($barang)){

    echo $barang[$i].”<br>”;

    $i++;

}

Hasilnya:

Menampilkan Array

4. Menghapus isi Array

Untuk menghapus isi array, kita bisa menggunakan fungsi unset(). Fungsi ini juga dapat digunakan untuk menghapus variabel.

Contoh:

<?php

// membuat array

$hewan = [

    “Burung”,

    “Kucing”,

    “Ikan”

];

// menghapus kucing

unset($hewan[1]);

echo $hewan[0].”<br>”;

echo $hewan[1].”<br>”;

echo $hewan[2].”<br>”;

echo “<hr>”;

echo “<pre>”;

print_r($hewan);

echo “</pre>”;

Hasilnya:

Menghapus Array

Pada contoh di atas, Kita menggunakan fungsi print_r() untuk menampilkan array secara mentah (raw). Biasanya fungsi ini digunakan untuk debugging.

5. Menambahkan isi Array

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menambah isi array:

  1. Mengisi langsung ke nomer indeks yang ingin ditambahkan
  2. Mengisi langsung ke indeks terakhir

Mari kita coba kedua-duanya.

<?php

// membuat array

$hobi = [

    “Membaca”,

    “Menulis”,

    “Ngeblog”

];

// menambahkan isi pada idenks ke-3

$hobi[3] = “Coding”;

// menambahkan isi pada indeks terakhir

$hobi[] = “Olahraga”;

// cetak array dengan perulangan

foreach($hobi as $hobiku){

    echo $hobiku.”<br>”;

}

?>

Hasilnya:

Mengisi Array

Apabila kita menambahkan pada indeks yang sudah memiliki isi, maka isinya akan ditindih dengan yang baru.

Contoh:

<?php

// membuat array

$user = [

    “dian”,

    “muhar”,

    “petanikode”

];

// mengisi array pada indek ke-1 (“muhar”)

$user[1] = “ardianta”;

// mencetak isi array

echo “<pre>”;

print_r($user);

echo “</pre>”;

?>

Hasilnya:

Array

(

    [0] => dian

    [1] => ardianta

    [2] => petanikode

)

6. Array Asosiatif

Array asosiatif adalah array yang indeksnya tidak menggunakan nomer atau angka. Indeks array asosiatif berbentuk kata kunci.

Contoh:

<?php

// membuat array asosiatif

$artikel = [

    “judul” => “Belajar Pemrograman PHP”,

    “penulis” => “petanikode”,

    “view” => 128

];

// mencetak isi array assosiatif

echo “<h2>”.$artikel[“judul”].”</h2>”;

echo “<p>oleh: “.$artikel[“penulis”].”</p>”;

echo “<p>View: “.$artikel[“view”].”</p>”;

Hasilnya:

Array Asosiatif

Pada array asosiatif, kita menggunakan tanda => untuk mengasosiasikan sebuah kata kunci dengan isi array. Selain menggunakan tanda =>, kita juga bisa membuat array aosiatif seperti ini:

<?php

$email[“subjek”] = “Apa Kabar?”;

$email[“pengirim”] = “[email protected]”;

$email[“isi”] = “Apa kabar? sudah lama tidak berjumpa”;

echo “<pre>”;

print_r($email);

echo “</pre>”;

Hasilnya:

Array

(

    [subjek] => Apa Kabar?

    [pengirim] => [email protected]

    [isi] => Apa kabar? sudah lama tidak berjumpa

)

7. Array Multi Dimensi

Array multi dimensi adalah array yang memiliki dimensi lebih dari satu. Biasanya digunakan untuk membuat matrik, graph, dan stuktur data rumit lainnya.

Contoh:

<?php

// ini adalah array dua dimensi

$matrik = [

    [2,3,4],

    [7,5,0],

    [4,3,8],

];

// cara mengakses isinya

echo $matrik[1][0]; //-> output: 7

Masi kita coba contoh yang lain:

<?php

// membuat array 2 dimensi yang berisi array asosiatif

$artikel = [

    [

        “judul” => “Belajar PHP & MySQL untuk Pemula”,

        “penulis” => “petanikode”

    ],

    [

        “judul” => “Tutorial PHP dari Nol hingga Mahir”,

        “penulis” => “petanikode”

    ],

    [

        “judul” => “Membuat Aplikasi Web dengan PHP”,

        “penulis” => “petanikode”

    ]

];

// menampilkan array

foreach($artikel as $post){

    echo “<h2>”.$post[“judul”].”</h2>”;

    echo “<p>”.$post[“penulis”].”<p>”;

    echo “<hr>”;

}

Hasilnya:

Array Multidimensi dan Asosiatif

Sekian pembahasan kita kali ini mengenai “7 Hal yang Harus Kamu Ketahui Tentang Array di PHP”. Ingin tahu lebih lanjut tentang tips pemrograman? Yuk telusuri lebih lanjut blog ini!

Baca juga: Belajar PHP: Memahami Prosedur dan Fungsi | Cara Menampilkan Pesan Error untuk Debugging Program PHP | Mengenal PHP CLI dan PHP Interaktif

Leave your thought here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare
Wishlist 0
Open wishlist page Continue shopping
Feedback
Feedback
How would you rate your experience?
Do you have any additional comment?
Next
Enter your email if you'd like us to contact you regarding with your feedback.
Back
Submit
Thank you for submitting your feedback!