Blog

Gelombang PHK di Startup Akibat Fenomena “Bubble Burst”

Artikel Wesclic Gelombang PHK di Startup Akibat Fenomena “Bubble Burst”
Uncategorized

Gelombang PHK di Startup Akibat Fenomena “Bubble Burst”

Sejumlah perusahaan rintisan atau startup di Indonesia melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan. Gelombang PHK di startup diduga terjadi karena fenomena gelembung pecah atau bubble burst.

Gelombang pemutusan hubungan kerja atau yang sering disebut dengan PHK massal melanda perusahaan startup global di beberapa bulan awal 2022. Peneliti Indef Nailul Huda mengatakan bubble burst adalah kondisi saat kenaikan ekonomi melaju cepat tetapi cepat pula jatuhnya.

Kondisi itu yang ditengarai Nailul sedang terjadi pada industri startup di dalam negeri, karena pertumbuhannya yang instan pada awal pandemi, tapi merosot tajam sampai berakibat pada pengurangan karyawan.

Mengutip dari artikel CNNIndonesia.com Nailul memberikan tambahan bahwa “Banyak startup yang tidak dapat bertahan di waktu yang bersamaan. Akibatnya, muncul fenomena PHK di industri startup digital,”

Kemudian data dari Layoffs.fyi, sampai Mei 2022 startup properti asal Amerika Serikat (AS) Better.com sudah melakukan PHK terhadap 3.000 karyawannya. Layoffs.fyi mengumpulkan data PHK karyawan startup dengan memantau pemberitaan media massa sejak awal pandemi Covid-19 hingga sekarang.

Hal serupa dilakukan dua startup AS lain yang sudah melantai di bursa saham, yaitu Peloton yang memecat 2.800 karyawan, dan Carvana memecat 2.500 karyawan. Kemudian ada startup pendidikan India Unacademy yang telah memecat 1.000 karyawan, diikuti startup transportasi AS Reef yang memecat 750 karyawan.

Sejak awal pemantauan Maret 2020 sampai Mei 2022, tercatat ada sekitar 700 startup di seluruh dunia yang telah melakukan pemecatan terhadap 118.645 karyawan. Sejumlah perusahaan startup Indonesia juga baru saja mengumumkan pengurangan jumlah karyawan pada Mei 2022, berikut daftar startup yang melakukan PHK dalam beberapa waktu terakhir.

1. Zenius

Logo Zenius

Startup bidang pendidikan ini memangkas lebih dari 200 karyawan. Manajemen mengaku kinerja perusahaan turun di tengah gejolak ekonomi.

“Agar dapat beradaptasi dengan dinamisnya kondisi makro ekonomi yang mempengaruhi industri, Zenius melakukan konsolidasi dan sinergi proses bisnis untuk memastikan keberlanjutan,” ungkap manajemen dalam keterangan resmi, Selasa (24/5).

Karyawan yang diberhentikan, kata manajemen, akan mendapatkan pesangon sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku di Indonesia. Selain itu, Zenius juga akan melanjutkan manfaat asuransi karyawan termasuk anggota keluarga hingga 30 September 2022.

2. LinkAja

Logo LinkAja

Kabar PHK juga datang dari layanan keuangan digital BUMN LinkAja yang melakukan PHK terhadap sejumlah karyawan. Hal ini dilakukan dalam rangka reorganisasi sumber daya manusia (SDM).

“Penyesuaian organisasi SDM ini dilakukan atas dasar relevansi fungsi SDM tersebut pada kebutuhan dan fokus bisnis perusahaan ini,” ujar Head of Corporate Secretary Group LinkAja Reka Sadewo.

Menurut Reka, akan ada beberapa perubahan signifikan yang akan dilakukan anak usaha Telkom ini, terutama berkaitan dengan fokus dan tujuan bisnis perusahaan. Hal tersebut akan berpengaruh pada beberapa aspek operasional perusahaan, salah satunya adalah reorganisasi SDM.

“Tentunya ini krusial untuk dilakukan, untuk memastikan bahwa perusahaan dapat bertumbuh secara optimal, dengan ditopang oleh pilar SDM yang efisien dan sesuai dengan fokus dan target perusahaan ke depan,” ujar Reka.

Reka menegaskan bahwa langkah penyesuaian organisasi SDM yang diambil LinkAja mempertimbangkan dengan matang kepentingan seluruh pemangku kepentingan, termasuk karyawan.

Perencanaan tersebut juga akan mematuhi aturan dan regulasi yang telah digariskan pemerintah dan mematuhi prinsip good corporate governance.

Selain itu, Reka memastikan operasi bisnis LinkAja berjalan seperti biasa. Penyesuaian organisasi perusahaan juga tidak memengaruhi layanan LinkAja ke pengguna.

3. JD.ID

Logo JD.ID

Layanan belanja daring atau e-commerce JD.ID mengambil langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan.

Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu improvisasi agar perusahaan dapat terus beradaptasi dan selaras dengan dinamika pasar dan tren industri di Indonesia. Upaya improvisasi lainnya yang juga dilakukan melakukan peninjauan, penyesuaian, hingga inovasi atas strategi bisnis dan usaha.

Serta memastikan perusahaan akan patuh terhadap regulasi ketenagakerjaan sesuai dengan peraturan pemerintah, dan akan memberikan hak karyawan, seperti diatur dalam regulasi tersebut.

Akibat Fenomena Bubble Burst terjadi Pemutusan Hubungan kerja ( PHK) yang dilakukan oleh beberapa Startup di Indonesia akan menjadi masalah penting bagi para karyawan. Kejadian PHK tersebut akan menyisakan perasaan trauma untuk untuk bekerja kembali bahkan dapat terjadi pada saat akan memulai mencari pekerjaan yang baru.

Pemutusan Hubungan kerja ( PHK) berhubungan secara negatif terhadap Kesehatan Mental karyawan, Hipotesis tersebut diterima artinya PHK berpengaruh negatif terhadap karyawan, meskipun karyawan yang tersisa tidak di PHK, akan tetapi terbukti PHK membuat mereka merasa cemas, karena sewaktu-waktu bisa saja mereka yang mendapat giliran di PHK. Kehilangan karir cenderung berdampak negatif pada kesehatan mental karyawan. Orang-orang dengan kesehatan mental yang lebih buruk berada pada risiko lebih besar untuk diseleksi menjadi pengangguran.

Kehilangan pekerjaan dapat memberikan tekanan yang lebih berat dan bisa melelahkan secara emosional, jika terjadi pada keadaan lingkungan sekitar sedang dalam keadaan penuh ketidakpastian. Beberapa orang akan mencoba mengontrol semuanya, namun kita juga harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua hal bisa kita kontrol dalam segala situasi.

Kalian juga bisa mendapatkan pengetahuan menarik lainnya, jangan lupa visit Wesclic Knowledge. Disana kami merangkum pengetahuan seputar teknologi, startup, basic public speaking, dan masih banyak lagi. Jangan lupa follow instagram wesclic ya! Terimakasih sudah membaca artikel ini, salam hangat dari penulis untuk kalian semua.

Integrate — Interconnect the World’s — Information Technology.

Wesclic is The #1 Neo-Technology Companies in Yogyakarta, we provides big data and analytics solutions to support business and professional growth through data integrations on the SaaS Platforms.

Leave your thought here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare
Wishlist 0
Open wishlist page Continue shopping
Feedback
Feedback
How would you rate your experience?
Do you have any additional comment?
Next
Enter your email if you'd like us to contact you regarding with your feedback.
Back
Submit
Thank you for submitting your feedback!