Blog

Tutorial Java OOP: Mengenal Class Abstrak dan Cara Pakainya

images (2)
Developer Connect Technolgy

Tutorial Java OOP: Mengenal Class Abstrak dan Cara Pakainya

Saat mendengar kata “Kendaraan”, apa yang kamu pikirkan pertama kali?

Motor? Mobil? Pesawat?

Apapun itu, semuanya adalah kendaraan.

Dan kita juga sudah tahu, kendaraan pasti bisa berjalan.

Namun, bagaimana kalau saya bilang:

“Kendaraan berjalan”

Mungkin kamu akan bertanya: “Cara jalannya gimana? Terbang atau jalan di aspal?”

Saya juga tidak tahu.

Inilah yang disebut abstraksi. Kata “Kendaraan” sendiri masih bersifat abstrak. Tapi kita bisa membayangkan konsep kendaraan itu seperti apa.

Jika saya bilang: “Mobil bejalan”

Kamu pasti sudah tahu maksud saya.

Mobil adalah benda konkrit atau nyata, sedangkan kendaran masih abstrak.

Prinsip abstraksi ini juga ada dalam OOP dan kita sebenarnya sudah pernah menggunakannya.

Namun, tidak sadar aja kalau itu adalah abstraksi.

Nah, di Java sendiri, ada yang namanya class abstrak untuk membuat abstraksi.

Apa itu class abstrak? Lalu, bagaimana cara pakainya?

Mari kita bahas!

Apa itu Class Abstrak?

Class abstrak adalah class yang masih dalam bentuk abstrak. Karena bentuknya masih abstrak, dia tidak bisa dibuat langsung menjadi objek.

Sebuah class agar dapat disebut class abstrak setidaknya memiliki satu atau lebih method abstrak.

Method abstrak adalah method yang tidak memiliki implementasi atau tidak ada bentuk konkritnya.

Bingung?

Begini saja:

Method abstrak itu adalah method yang tidak memiliki isi, cuma ada nama saja.

// ini abstrak method
void sayHello();

// ini bukan abstrak method karena
// punya implementasi di body method
void greeting(){
  System.out.println("Hello Java");
}

Class yang menggunakan method ini secara otomatis akan menjadi class abstrak.

Mengapa Harus Pakai Class Abstrak?

Kita tahu, class abstrak memang belum bisa digunakan secara langsung. Karena itu, agar class abstrak dapat digunakan, maka ia harus dibuat bentuk konkritnya.

Cara membuat class abstrak menjadi konkrit adalah dengan membuat implementasi dari method-method yang masih abstrak. Ini bisa kita lakukan dengan pewarisan (inheritance).

Class abstrak biasanya digunakan sebagai class induk dari class-class yang lain. Class anak akan membuat versi konkrit dari class abstrak.

Lalu pertanyaanya: “Mengapa sih class harus dibuat menjadi abstrak? Kan bisa saja kita pakai class yang biasa.”

Iya, bisa-bisa saja. Tetapi, pada suatu kondisi tertentu, class induk tidak ingin kita buat sebagai objek karena kode methodnya belum jelas mau diimplementasikan seperti apa.

Maka, class ini sebaiknya dijadikan abstrak.

Biar makin paham, coba perhatikan contoh berikut:

class Database {
  String getTableName(){
    return null;
  }
}

class MySQLDatabase extends Database {
  @override
  String getTableName(){
    return this.sql("SELECT table_name FROM database.tabel")
  }
}

Kedua class tersebut merupakan class biasa. Sekarang mari kita coba buat objek dengan class Database.

Database db = new Database();

Ini akan valid, tapi sebenarnya objek db tidak bisa digunakan.

Saat kita memanggil method getTableName() si class Database akan bingung.

Mengapa? Karena belum jelas bagaimana metode untuk mengambil nama tabel di database.

Selain itu, database apa yang akan dipakai?

Karena itu, class Database sebaiknya dibuat menjadi abstrak agar tidak bisa digunakan untuk membuat objek.

Oke. Lalu, bagaimana cara membuat class menjadi abstrak?

Cara Membuat Abstrak Class di Java

Cara membuat class abstrak adalah dengan memberikan kata kunci abstract kepada class dan method yang ingin dijadikan abstrak.

Cara membuat class abstract

Contoh:

abstract class Database {
  abstract String getDatabaseName();
  abstract String getTableName();
}

Gampang, kan?

Sekarang mari kita coba contohnya dalam program.

Contoh Program Class Abstrak

Baiklah, kita akan coba latihan dengan contoh yang sudah pernah kita bua, yakni bangung datar.

Coba perhatikan class diagram berikut:

Class diagram untuk class abstrak

Class Shape adalah class abstrak, karena dia punya method abstrak getArea() (hitung luas).

Jika kita membuat objek dengan class Shape dan memanggil method getArea(), maka class Shape akan bingung.

Shape atau bentuk bangun datar yang mau dihitung luasnya seperti apa? Rumusnya gimana?

Karena itu, class ini kita jadikan abstrak. Soalnya, belum jelas cara menghitung luasnya.

Kita juga tahu, kalau Shape atau bangun datar pasti memiliki luas. Namun, cara menghitungnya berbeda-beda.

Nah, sekarang mari kita coba dalam kode program.

Buatlah proyek baru di Netbeans dengan nama ContohAbstrak.

Membuat proyek baru di Netbeans

Setelah itu, pada <default package> buat class baru bernama Shape dan isi kodenya sebagai berikut:

public abstract class Shape {
    
    String color;
    
    void setColor(String color){
        this.color = color;
    }
    
    String getColor(){
        return this.color;
    }
    
    abstract float getArea();
}

Berikutnya, buat class Triangle. Class ini merupakan turunan dari class Shape.

Berikut ini kode class Triangle:

public class Triangle extends Shape {

    private float base;
    private float height;

    public Triangle(int base, int height) {
        this.base = base;
        this.height = height;
    }

    
    @Override
    float getArea() {
        return 0.5f * base * height;
    }
    
}

Setelah itu, buat satu lagi turunan dari class Shape, yakni Circle.

Berikut ini kode untuk class Circle:

public class Circle extends Shape {

    private float radius;

    public Circle(float radius) {
        this.radius = radius;
    }
    
    
    @Override
    float getArea() {
        return (float) (Math.PI * radius * radius);
    }
    
}

Terakhir, buat class Main untuk mencoba membuat objek dengan class yang sudah dibuat.

public class Main {
    public static void main(String[] args) {
        // membuat objek dari class Triangle
        Shape segitiga = new Triangle(4, 5);

        // membuat objek dari class Circle
        Shape lingkaran = new Circle(10);
        
        
        System.out.println("Luas Segitiga: " + segitiga.getArea());
        System.out.println("Luas Lingkaran: " + lingkaran.getArea());
    }
}

Coba perhatikan objek segitiga dan lingkaran! Kedua objek ini memiliki tipe yang sama yakni Shape, tapi mereka dibuat dari class yang berbeda.

Nah, sekarang coba jalankan programnya. Maka hasilnya:

Menjalankan program class abstrak

Apa Bedanya Class Abstrak dengan Interface?

Class abstrak dan interface sama-sama digunakan untuk membuat abstraksi.

Keduanya hampir memiliki sifat yang sama. Namun, terdapat perbedaan di antara keduanya.

Apa itu?

  1. di class abstrak kita bisa baut properti atau variabel sedangkan di interface kita cuma bisa buat konstanta saja
  2. di class abstrak kita bisa implementasikan kode method seperti class biasa, sedangkan di interface harus menggunakan default
  3. di class abstrak dapat memiliki member private dan protected sedangkan interface harus publik semua
  4. Class abstrak diimpelentasikan dengan pewarisan (extends), sedangkan interaface menggunakan implements

Baca juga: Tutorial Java OOP: Mengenal Class Anonymous di Java | Tutorial Java OOP: Mengenal Lambda Expression untuk Membuat Fungsi Anonymous di Java | Apa Saja yang Baru di Java 11?

Leave your thought here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare
Wishlist 0
Open wishlist page Continue shopping
Feedback
Feedback
How would you rate your experience?
Do you have any additional comment?
Next
Enter your email if you'd like us to contact you regarding with your feedback.
Back
Submit
Thank you for submitting your feedback!