5 Jenis Investasi yang Populer di Indonesia

5 Jenis Investasi yang Populer di Indonesia

5 jenis Investasi yang Populer di Indonesia

Pahami apa itu investasi, jenisnya, dan instrumen investasi yang populer di Indonesia. Sehingga bisa memilih mana instrumen investasi yang pas dan sejalan dengan tujuanmu.

Investasi seringkali dianggap sebagai arena eksklusif bagi mereka yang berkecukupan. Namun, anggapan tersebut kini telah usang dan tidak lagi relevan.

5 jenis Investasi yang Populer di Indonesia
5 jenis Investasi yang Populer di Indonesia

Di Indonesia, investasi telah berkembang menjadi fenomena yang merakyat, dimana berbagai lapisan masyarakat kini dapat turut serta dalam membangun kekayaan melalui berbagai instrumen investasi. 

Artikel ini akan menggali lebih dalam tentang pengertian investasi, jenis-jenisnya dan berbagai jenis instrumen investasi yang populer di Indonesia.

Apa Itu Investasi

Investasi adalah aset atau barang yang diperoleh dengan tujuan menghasilkan pendapatan atau apresiasi. Apresiasi mengacu pada peningkatan nilai suatu aset seiring berjalannya waktu. 

Sebagai contoh, bayangkan kamu membeli sebidang tanah saat ini. Kamu mengeluarkan uang untuk membelinya, tapi tujuan utamanya bukan untuk langsung membangun rumah di sana. Seiring berjalannya waktu, nilai tanah tersebut bisa meningkat. Misalnya, lokasinya strategis dan daerah sekitarnya berkembang pesat. Nantinya, kamu bisa menjual tanah itu dengan harga lebih tinggi atau memanfaatkannya untuk keperluan bisnis.

Jadi, ketika kita membeli sesuatu sebagai investasi, tujuannya bukan untuk dikonsumsi sekarang, melainkan untuk mengumpulkan kekayaan di masa depan. Misalnya, beli saham atau properti. Kamu mengeluarkan uang sekarang, tapi harapannya nilainya akan lebih besar di kemudian hari!

Jenis Investasi Berdasarkan Aset

Dalam kebanyakan kasus, terdapat dua jenis investasi berbeda yaitu:

Aset Riil

Aset riil adalah aset fisik atau berwujud, seperti properti, tanah, dan emas. Nilai aset riil biasanya meningkat seiring berjalannya waktu, namun tipe aset ini tidak mudah untuk dicairkan saat sedang dibutuhkan.

Aset Keuangan

Aset keuangan adalah aset tidak berwujud. Contohnya seperti saham, obligasi, dan reksa dana. Setiap aset mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Semakin tinggi imbal hasil, semakin tinggi pula risikonya. Aset keuangan biasanya lebih likuid.

Jenis Investasi Berdasarkan Jangka Waktu

Berdasarkan periode waktu, investasi bisa diklasifikasikan ke dalam dua tipe utama: investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang.

Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek mengacu pada situasi di mana keuntungan dapat diperoleh dalam waktu singkat. Biasanya, jangka waktu pendek ini berkisar antara tiga bulan hingga satu tahun. Investasi jangka pendek memiliki dua karakteristik utama: kualitas tinggi dan likuiditas tinggi.

Meskipun pencairan dana relatif cepat, jenis investasi ini biasanya memberikan return atau keuntungan yang lebih rendah dibandingkan dengan investasi jangka panjang.

Beberapa contoh investasi jangka pendek yang populer di Indonesia meliputi deposito, reksadana, P2P lending, dan surat utang negara.

5 jenis Investasi yang Populer di Indonesia
5 jenis Investasi yang Populer di Indonesia
Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang adalah kebalikan dari investasi jangka pendek. Yang mana, jenis investasi ini memungkinkan keuntungan yang didapat dalam jangka waktu yang lebih lama.

Terkadang, investor baru dapat menikmati hasil investasi setelah 3 tahun, 5 tahun, atau bahkan 10 tahun setelah modal ditanamkan.

Investasi jangka panjang biasanya menghasilkan return yang lebih besar dengan waktu yang lama. Ini sebanding dengan risiko dan modal besar yang dikeluarkan.

Investasi jangka panjang seringkali memerlukan modal yang lebih besar.Namun, perlu diingat bahwa investasi jangka panjang juga dapat mengalami kerugian pada beberapa tahun pertama. Oleh karena itu, jenis investasi ini tidak disarankan bagi investor pemula.

Instrumen Investasi Populer dan Menguntungkan di Indonesia
Emas

Setiap investasi itu pasti ada risikonya. Tapi, emas bisa jadi andalan untuk jaga nilai uang dalam jangka waktu yang cukup lama. Jadi, emas bisa dibilang sebagai investasi yang relatif stabil dan mudah dicairkan. Bagaimanapun, banyak yang memilih investasi di emas karena dianggap tempat yang aman ketika pasar lagi ‘gonjang-ganjing’. 

Seperti halnya barang-barang berharga lain, emas mudah buat dibeli atau dijual, apalagi sekarang banyak platform online yang menyediakan jual beli emas. Tapi, bedanya emas tidak bisa memberikan keuntungan pasif atau uang tambahan. Sebagai hasilnya, keuntungan emas baru bisa dirasakan manfaatnya setelah emasnya sudah terjual. 

Deposito

Deposito pada dasarnya mirip dengan tabungan, tapi versi lebih tinggi. Ini populer di Indonesia karena cocok untuk yang baru mulai investasi dan punya resiko kecil. Lalu bagaimana bedanya dengan tabungan?

Bedanya adalah di bunga dan periode simpanannya. Bunga deposito lebih besar, biasanya sekitar 5-6% dalam satu tahun. Beberapa bank justru bisa kasih lebih dari kisaran itu. Makin besar uang yang disimpan, maka semakin besar juga bunga yang akan didapat. 

Untuk waktunya, tiap bank punya aturan sendiri. Namun kebanyakan bank menawarkan tenor sampai 12 bulan. Tapi ada beberapa bank juga yang berani memberi tenor sampai 24 bulan, Sehingga kamu bisa pilih yang paling pas dan sesuai.  

Saham

Berinvestasi dalam saham juga populer di Indonesia seiring dengan kemajuan teknologi yang membuatnya semakin mudah dipraktikkan. Mekanisme berinvestasi di saham berarti kamu punya secuil dari perusahaan yang sahamnya kamu beli di bursa saham. Ibaratnya, saham seperti ‘tiket’ yang menunjukkan bahwa kamu punya bagian di perusahaan itu. 

Dengan berinvestasi pada saham dapat menghasilkan keuntungan melalui dua mekanisme utama: kenaikan harga saham dan dividen. Berinvestasi dalam saham kini semakin mudah diakses dalam beberapa tahun terakhir, berkat kemajuan teknologi dan munculnya platform broker onlines. Hanya dengan beberapa klik, investor dapat membeli dan menjual saham, menjadikannya pilihan yang mudah digunakan bagi mereka yang baru berinvestasi.

Tapi ingat, investasi di saham paling tinggi resikonya daripada investasi di instrumen yang lain. Ini karena bursa saham dipengaruhi oleh pasar keuangan itu selalu berubah-ubah. Yang mana juga dipengaruhi sama hal-hal kayak kebijakan ekonomi bahkan inovasi teknologi.

Reksa Dana

Secara sederhana, reksa dana adalah salah satu jenis sarana investasi yang mana uang dari banyak investor dikumpulkan dan kemudian dimasukkan ke dalam investasi di pasar modal. Ada 5 jenis reksa dana yang berbeda. Ada lima jenis reksa dana: reksa dana indeks, reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, dan reksa dana campuran.

Jadi instrumen investasi yang populer di Indonesia karena keunggulannya. Dengan reksadana, keuntungannya adalah kamu bisa dapetin manajemen portofolio yang top, dividen yang langsung diinvestasi ulang, risiko yang lebih kecil, proses yang mudah, dan harga yang adil. Tapi,  reksa dana juga punya sisi yang kurang oke. Misalnya, biaya operasional sama biaya jual belinya yang bisa cukup banyak. Lalu ada juga risiko manajemen yang tinggi.

Properti

Investasi dalam properti sewaan dapat menjadi strategi yang efektif untuk menambah pendapatan, memperkaya portofolio, serta membangun kekayaan dan ekuitas jangka panjang. Namun, pasar properti memiliki dinamika yang berubah-ubah, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti lokasi geografis, tingkat penawaran dan permintaan, serta kondisi ekonomi yang lebih luas.

Dari perspektif finansial, properti sewaan harus memberikan pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan dengan investasi tradisional yang lebih konservatif, seperti obligasi atau saham yang stabil dan memberikan dividen. Hal ini penting karena investasi properti mengandung risiko besar.

Oleh karena termasuk investasi jangka panjang, kamu perlu menjaga nilai propertimu tetap aman dan signifikan. 

5 jenis Investasi yang Populer di Indonesia
5 jenis Investasi yang Populer di Indonesia
Penutup

Menanam modal di investasi itu cukup efektif untuk menjaga dan menambah kekayaan yang dimiliki. Tapi, sebelum kamu terjun, penting untuk mengetahui apa yang ingin dicapai dari investasi yang ini dan seberapa besar resiko yang bisa kamu tanggung. Dengan mengerti dua hal itu, kamu bisa memilih instrumen yang pas, termasuk berapa lama dan jenisnya, yang sejalan dengan tujuanmu!

Jangan lupa untuk mengikuti Wesclic di Instagram dan selalu pantau blog kami untuk informasi terbaru seputar teknologi dan bisnis!

Leave your thought here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

5 Jenis Investasi yang Populer di Indonesia

02/04/2024

Pahami apa itu investasi, jenisnya, dan instrumen investasi yang populer di Indonesia. Sehingga bisa memilih mana instrumen investasi yang pas dan sejalan dengan tujuanmu. Investasi…

Blockchain | Pengertian, Sejarah dan Cara Kerjanya

28/03/2024

Ketahui apa itu Blockchain, sejarah, pengertian, dan cara kerjanya. Blockchain memiliki peran penting sebagai salah…

OpenAI Sora 2024 | Model AI | Ubah Teks Jadi Video

26/03/2024

Mengenal Sora, AI baru yang diluncurkan OpenAI. Keunggulannya adalah bisa membuat teks menjadi video pendek…

Percepat Produktivitas-mu Dengan Google Bard

09/03/2024

Teknologi yang semakin berkembang pesat kini telah membuktikan perannya dalam membantu manusia. Mulai dari pencarian…

6 Ciri-Ciri Bisnis yang Akan Gagal 

08/03/2024

“Gagal itu biasa, sukses itu luar biasa” Pepatah ini menggambarkan sulitnya menjalankan bisnis yang berhasil.…

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
Click outside to hide the comparison bar
Compare
Alert: You are not allowed to copy content or view source !!
Feedback
Feedback
How would you rate your experience?
Do you have any additional comment?
Next
Enter your email if you'd like us to contact you regarding with your feedback.
Back
Submit
Thank you for submitting your feedback!